Evav.News
- Kericuhan mewarnai Rapat Dengar Pendapat ( RDP ), DPRD Kabupaten Maluku Tenggara,  bersama Tim Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Malra dan Keluarga pasien meninggal Covid-19 di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur  di ruang sidang utama DPRD Malra Rabu ( 29/07/2020 ).

Rapat yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Malra itu akhirnya ricuh.

Aksi keributan itu dipicu lantaran, keluarga mendengar penjelasan Juru Bicara Tim Covid-19 Malra yang juga Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ketty Notanubun, M.Kes dan Direktur RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, dr. Fadilah Toatubun, terkait penanganan pasien meninggal Covid-19, Ibu JR ( 63 tahun ) beberapa waktu lalu.

Pihak keluarga pasien tidak menerima  penjelasan Tim Covid-19 karena  tidak sesuai fakta lapangan sejak pasien dirawat sampai meninggal di RSUD Karel sadsuitubun Langgur.

Keluarga JR dalam RDP bersama itu, akhirnya mengungkap kinerja Asal Bapa Senang (ABS) Tim Gustu Malra, selama perawatan pasien JR hingga  meninggal.

Sala satu fakta yang disampaikan pihak keluarga adalah, Ibu Jr selama dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, keluarga harus membeli obat – obatan, masker, tisu dari luar.

“ Kami tidak yakin mama kami  meninggal karena  Covid-19, karena tidak ada kehadiran Tim Covid-19 Malra ketika jenasah pasien dimakamkan dengan protap Covid-19, “ sesal Cecen Letlet 

Kata Cecen, sejak jenasah almarhuma dibawah untuk dimakamkan dengan protap kesehatan Covid-19 di TPU Perumnas, tidak ada Tim Covid yang hadir.

Bahkan Penggalian kubur dilakukan oleh Anggota TNI dari Kodim 1503 Tual, termasuk yang pakai APD bawah jenasah almarhumah, “ Ungkap keluarga pasien Cecen Letlet dalam RDP bersama tersebut.

Cecen mengatakan, keluarga sangat menyesal pernyataan Tim Gugus Tugas, karena selama Ibu mereka dirawat sampai meninggal, tidak diberlakukan protokol kesehatan  di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur .

 “ Kalau penjelasan Tim Gustu seperti ini, maka kami pastikan keluarga akan bawah pulang jenasah mama kami untuk dimakamkan terhormat di kampung, coba bapak bayangkan sejak mama meninggal dan ditetapkan Covid-19, Tim Covid-19 Malra tidak datang berikan penjelasan kepada keluarga. Kami keluarga saat itu buat ribut dan palang peti jenasah almarhumah di RS, karena tuntut kehadiran Tim Gustu, namun sangat disesalkan sampai dibawah untuk pemakaman secara tidak dengan hormat tengah malam, tidak ada Tim Covid-19 Malra yang dating, “ Ungkap Let – Let.

Posting Komentar

Google+