Simon Rahayaan
Evav.News
- Kematian Almarhuma Ibu JR yang difonis terpapar Covid-19, menuai tanda tanya, bahkan memperpanjang keraguan Masyarakat terhadap persoalan tersebut, faktanya, Anak Kandung Almarhuma Ibu JR, Simon Rahayaan, sesuai hasil rapid tes untuk kedua kalinya non reaktif.

"Aneh Bin Ajaib", Simon yang memiliki kontak erat dengan Almarhuma Ibunya yang difonis sebagai pasien positif virus corona, yang meninggal di RSUD Karel Satsuitubun Langgur pada 18 Juli 2020 bulan kemarin, sesuai hasil Rapid Tes non reaktif. 

Simon bersaksi  mengurus Almarhuma ibunya selama dirawat hingga meninggal, bahkan sempat  membetulkan mulut ibunya, hanya berbekal masker  tanpa menggunakan sarungan tangan ataupun Alat Pelindung Diri .

" Waktu Mama di vonis Reaktif dan kemuadian positif, saya merawat ibu hanya berbekal masker, tanpa Alat Pelindung diri dalam melayani Mama, bahkan waktu mama meninggal saya bisik di telinga mama, baru saya tutup mama pung mulut " ujar Simon di Kediamannya, Kompleks Kehutanan Kelurahqn Ketsoblak, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Sabtu (01/08/2020)

Untuk meyakinkan dirinya, Kata Simon, ia melakukan  Tes Reepid untuk kedua kalinya, di dua Rumah Sakit yang berbeda, dan hasilnya sama yaitu Non Reaktif, sehingga dirinya sangat  yakin ibunya  meninggal bukan karna Covid-19. 

Kata Dia, kurang lebih suda belasan hari ibunya Meninggalkan Dunia dan difonis terpapar Covid-19, namun hingga kini, tidak satupun petugas yang melakukan tracking dan testing kepada keluarganya, sehingga dirinya berinisiatif untuk melakukan rapid tes, dan hasilnya non reaktif,  sehingga bisah dijadikan  sebagai patokan bagi keluarga yang turut merawat dan mengunjungi  ibunyan selama perawatan hingga meninggal di RSUD.

" Saya telah menjalani Rapid Tes di Dua Rumah Sakit yang berbeda, pertama tanggal 09/07/2020  di RSUD Karel Satsuitubun Langgur, dan yang kedua Tanggal 01/08/2020 di RSU Maren Kota Tual dan hasilnya sama Non Reaktif, sehingga ini menjadi Patokan bagi keluarga besar saya, " jelasnya.

Simon mengatakan, Dari hasil Rapid Tes dan fakta di lapangan, dirinya beserta keluarga, tidak  percaya terhadap Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penangan Covid-19 di Maluku Tenggara, karena dari keterangan yang di sampaikan sangat bertolak belakang dengan kenyataan

“ Saya berharap  kedepannya, Tim Covid-19 dan pihak RSUD Karel Satsuitubun Langgur, lebih profesional  dalam melakukan Pelayanan dan Penanganan kepada Pasien, baik itu Pasien umum mupun yang terpapar Covid-19" ungkap Simon.(ongky)

Posting Komentar

Google+