![]() |
| Aksi Demonstrasi Menolak Buka Puasa Bersama Di Watdek ,Langgur Kabupaten Maluku Tenggara (Minggu/10/4/2020) |
Sesuai keterangan salah satu Pendemo, sebelum aksi Demonstrasi yang tidak ada pemberitahuan Polisi itu terjadi, mereka (Pendemo) sempat bertemu dengan Bupati Malra, M.Thaher Hanubun.
Peserta aksi sekitar lima belas orang itu dipimpin koordinator lapangan, Yasir Rahanyamtel ( Mahasiswa Universitas Bung Karno Jakarta ), mereka menolak acara buka puasa tersebut, bahkan sempat terjadi tindakan tidak terpuji yang dilakukan Ponakan Gandung Bupati Malra, yakni Nursamsia Hanubun dengan menarik dan mencopot masker dari wajah Wakil Bupati Malra Ir.Petrus Beruatwarin.
Menanggapi persoalan tersebut Delvin Ohoiulun sala satu Warga Masyarakat Maluku Tenggara mengaku, bingung karena baru pernah terjadi di Indonesia bahkan di Dunia, Buka Puasa bersama dalam mempererat silahturahmi didemo sekelompok orang.
“ Ini kejadian luar bisah, karena baru pernah terjadi di Indonesia bahkan di Dunia, Buka Puasa bersama demi mempererat silahturami didemo sekelompok orang ,” Katanya.
Disinggung terkait perlakukan ponakan gandung Bupati Malra, Nursamsia Hanubun yang menarik dan mencopot masker dari wajah Wakil Bupati Malra Ir.Petrus Beruatwarin, Delvin mengatakan, perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan Hukum, karena Wakil Bupati merupakan Pejabat Negara.
“ Kejadian mencopot atau menarik masker dari Wakil Bupati merupakan perbuatan melawan hukum, sehingga sebagai masyarakat kita berharap, Polres Malra mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan dengan menangkap pelaku, karena bilah berlarut-larut dalam proses persoalan itu dikhawatirkan berpotensi adanya gangguan Kamtibmas, “ tandas Delvin.
Delvin menyampaikan, kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dijamin Undang-Undang, namun sayangnya aksi sekelompok orang tersebut terjadi pelanggaran.
“ Aksi ini dikabarkan tidak ada pemberitahuan ke Polres Malra, kemudian aksi ini juga berlangsung dengan membakar ban bekas dan menutup ruas jalan, inih kan mengganggu ketertiban umum, aksi demo ini juga disertai dengan dugaan tindak pidana, jadi korelasi antara aksi demo ini juga mengakibatkan kegaduhan jadi nanti kita lihat proses hukum dari kasus ini,” Jelas Delvin.

Posting Komentar
Google+ Facebook