![]() |
| Ilustrasi |
Peristiwa naas itu terjadi di Desa Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (17/6) malam pukul 23.30 Wit.
Korban adalah, Frans Wokanubun sedangkan pelaku merupakan menantunya sendiri atas nama, Like Ileri.
Informasi yang didapat media ini sebelum kejadian, pelaku Like Ileri mengkonsumsi minuman keras jenis sopi, bersama familinya di rumah tetangga, kemudian pelaku pulang ke kediamanya dalam keadaan mabuk, sampai di rumah pelaku mencari "senjata api rakitan", untuk berburu namun karena tidak menemukan, akhirnya pelaku berkelahi dengan istrinya, Rina Wokanubun.
Mendengar keributan di sebelah kamar, ayah dari Rina, Frans Wokanubun, mendekat dan menegur perkelahian anak dan menantunya, karena suda larut malam dan listrik dalam keadaan padam, namun naas, menantunya, Like Ileri yang sudah terlanjur dikuasai Miras, langsung menebas kepala, leher serta tangan dan kaki dari Korban Frans Wokanubun dengan menggunakan parang.
Melihat ayahnya ditebas secara berulang-ulang oleh suaminya, Like Ileri, Rina Wokanubun langsung melindungi ayahnya dengan menarik parang dari sang suami, sehingga kedua telapak tanganya nyaris terputus.
kemudian pelaku, Like Ileri Setelah menebas korban Frans Wokanubun, bapak mantunya dan melukai sang istri, Rina Wokanubun, Like Ileri langsung melarikan diri ke hutan.
Sedangkan korban langsung diefakuasi oleh warga Desa Wain, ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur guna mendapat pertolongan medis.
Dalam insiden berdarah ini, korban Frans Wokanubun mengalami luka bacok sebanyak dua bagian di tengah kepala, luka bacok juga di samping kepala, dan luka di bagian leher, Sedangkan anaknya, Rina Wokanubun, mengalami luka dibagian telapak tangan kiri dan kanan, bahkan jari tanganya nyaris putus.
Pantauan Media ini, hingga kini Kedua korban masih menjalani perawatan secara intensif di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.
Sebaliknya, Pelaku, Like Ileri, "melarikan diri" sehingga masih dalam proses pengejaran Polres Maluku Tenggara.
Sementara itu, sala satu warga Desa Wain, Pait, mengaku , warga kaget dengan peristiwa tersebut, karena peristiwa itu terjadi di saat lampu listrik padam dan sudah larut malam sekitar setengah dua belas malam.
“ Warga kaget dengan peristiwa ini, karena hanya satu dua orang yang berada di TKP pada saat kejadian, karena pada saat itu lampu listrik juga tidak menyala, jadi kita lari ke TKP , sudah ada korban sedangkan pelaku sudah melarikan diri, sehingga kami langsung antar korban ke RSUD,” beber Pait, kepada Media ini di RSUD Karel Sadsuitubun Kamis subuh (18/6).

Posting Komentar
Google+ Facebook