Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Eko Rudi Sudarto Bersama Dua Bela Pihak Dalam Perdamaian Di Jayapura, Jumat (8/10) Malam.

Evav.News, Jayapura
– Kesalah pahaman yang terjadi pada pertandingan PON XX Cabang Olahraga tinju, antara atlit tinju DKI, Jil Mandagie dan Relawan PON Papua, akhirnya diselesaikan secara damai, dan kedua bela pihak saling memaafkan, Jumat (8/19) malam.


Turut hadir dalam Perdamaian tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH., Kabid Propam Kombes Pol F. Sanches Napitupulu, S.I.K., perwakilan kontingen DKI Jakarta Viktor Petroes Wangelaha, SH.,                                      perwakilan relawan PON XX Papua Bobirus Yikwa, S.Pd. M., Si.

Tampak Petinju DKI, Jil Mandagie Saling Berpelukan Saat Perdamaian

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr.Eko Rudi Sudarto dalam kesempatan itu,  mengapresiasi langkah kedua bela pihak yang terlibat sala paham, berakhir dengan damai dan saling memaafkan.

" Semangat sportifitas harus tetap di jaga, Baik, atlit, official, pelatih, relawan dan penonton, sehingga kita berharap suasana tetap Harmoni agar pelaksanaan PON XX Papua, dapat terlaksana di tana Papua yang kita cintai ini, dengan aman damai  dan sukses," himbau Wakapolda.

Wakapolda menyebutkan, dalam Pertandingan pasti ada  kalah dan ada yang menang, namun PON Papua merupakan ivent pemersatu bagi anak bangsa, sehingga semua atlit beserta oficial diharapkan, menjunjung tinggi  sportifitas.

" menang atau kalah dalam pertandingan itu hal biasa, yang terpenting kita tetap menjaga persaudaraan," Ungkapnya.

Wakapolda Saat Memberikan Arahan Singkat Terhadap Dua Bela Pihak, Untuk Tetap Menjaga Persaudaraan

Sebelum mengakhiri penyampaianya, Wakapolda berharap agar Jurnalis dan Media dapat memberikan peran positif dalam menjaga situasi Kamtibmas di Papua.

" Kami berharap rekan-rekan media turut memberitakan hal-hal yang positif,  agar situasi di Tanah Papua yang kita cintai ini tetap dalam keadaan aman, damai dan kondusif," Harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan relawan PON XX Papua, Bobirus Yikwa, S.Pd. M., menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

" Saya mewakili rekan-rekan meminta maaf atas insiden yang terjadi pada sore hari ini di Gor Cendrawasih, Karena insiden ini muncul sesaat,  kami menyesal atas peristiwa tersebut, sehingga Kami bersepakat berdamai dengan Saudara kami yaitu kontingen dari DKI Jakarta dan malam ini kami saling memaafkan," ungkap Bobirus.

Pada kesempatan itu, Bobirus meminta kepada semua pihak agar  tidak terprovokasi atas kejadian tersebut.

" Kami suda saling memaafkan dengan Saudara Kami dari DKI, sehingga kami bersepakat  untuk  menyerukan’ kepada semua pihak agar penyelenggaraan PON ke XX di Papua tetap berjalan aman dan lancar terkendali dan sukses," tandas Bobirus.

Sementara itu, di tempat yang sama,  KONI  DKI Jakarta beserta kontingenya, turut menyampaiakn permohonan maaf.

" Mewakili kontingen tinju dari Provinsi DKI Jakarta,  meminta maaf atas kekhilafan, sehinggga terjadi insiden kesalah - pahaman tadi sore di Gor Cendrawasih Kota Jayapura, Kami telah bersepakat dan saling memaafkan," ujar perwakilan dari DKI Jakarta.

Perwakilan kontingen dari DKI ini juga mengatakan, Kontingen DKI dan Relawan PON Papua, suda saling memaafkan dan bersepakat, mendukung penuh keberlanjutan pertandingan tinju, dan pertandingan lainnya di beberapa venue baik di Kota Jayapura Maupun di 3 Kota Lainnya.

" Mari kita sukseskan PON XX di Papua dengan menjunjung tinggi sportifitas, sukses PON, merupakan kesuksesan bagi Bangsa dan Tana Air, mari kita wujudkan slogan torang bisa di PON Papua," Tutupnya. (En03)

by: Redaksi



Posting Komentar

Google+