16 Motor Bodong Yang Diamankan Di Depan Pos KP3 Pelabuhan Tual Sabtu (25/4/2020)
Evav.News- Polres Maluku Tenggara, melalui KP3 Pelabuhan Tual, kembali mengungkap sindikat penyelundupan motor bodong yang masuk di Nuhu Evav melalui pelabuhan Tual, setelah sehari sebelumnya Polisi berhasil menemukan 25 motor bodong.

Dari pengembangan kasus itu akhirnya, KP3 Polres Malra, dipimpin IPDA. Frangky Tethool, kembali menemukan 16 unit  motor bodong yang ditemukan di dalam Kontainer milik PT. Tanto, bernomor  240849-2 di Pelabuhan Tual, Sabtu ( 25/4/2020).

Komandan KP3 Pelabuhan Tual , Frangky Tethol mengatakan, keberadaan 16 unit motor itu diketahui setelah pengembangan dari 25 buah motor yang terungkap sehari sebelumnya, kemudian  Personel Polisi KP3 Pelabuhan Tual sabtu pagi suda mulai mencurigai  satu buah kontener namun karena sesuai manifest isi didalam contener merupakan barang elektronik akhirnya perlu identifikasi, kemudian dari hasil identifikasi isi didalam Kontener tersebut ternyata ada 16 buah motor.

Pukul 11.30 WIT, setelah dibuka isi kontainer tersebut, ditemukan 16 unit kendaraan bermotor didalam kontainer PT. Tanto.

informasi yang diperoleh pemilik 16 buah motor bodong itu atas nama Maulana Kabalmay.

16 Unit motor bodong tersebut langsung dibongkar dari dalam kontainer dan diamankan di Kantor Pos KP3 Pelabuan Tual. Setelah diperiksa kendaraan bermotor itu satu persatu, hanya didalam jok motor ditemui STNK, tanpa ada BPKPB motor.

Diduga keras para penyelundup motor bodong tersebut merupakan  sindikat terstruktur dan sistematis, faktanya sesuai informasi sindikat itu berjalan kurang  lebih tumbuh subur bertahun-tahun.
Dugaan bisnis gelap penyelundupan kendaraan bodong itu sudah berlangsung lama di Pelabuhan Tual, bahkan  aksi penyelundupan itu, sudah lama diketahui Syahbandar Tual, dan Jajaran Kepolisian Sub sektor KP3 Pelabuhan Tual sebelumnya, namun sangat disayangkan, bisnis gelap yang merugikan Negara tentang pajak kendaraan bermotor itu dibiarkan.

para penyelundup diduga kuat dalam menjalankan bisnis gelap tersebut "bermain mata" dengan Oknum Pejabat  Syahbandar Tual, dan Komandan KP3 sebelumnya.

Bahkan beredar kabar penyelundup kendaraan bodong, juga sering memasok "narkoba" dengan modus memasukan narkoba ke dalam ban kendaraan roda dua dan empat yang turun di pelabuhan Tual.

Menanggapi persoalan tersebut, Sala satu Warga Masyarakat Maluku Tenggara, Delvin Ohoiulun mengapresiasi aksi heroik KP3 Polres Malra dalam mengungkap sindikat motor bodong itu.

" Sebagai Masyarakat mengapresiasi kinerja Polres Malra terutama Kepolisian di area pelabuhan karena berhasil mengungkap apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini,'' tandas Ohoiulun.

lanjut kata Ohoiulun, Sindikat kendaraan bodong itu masuk di pelabuhan Tual sesuai informasi suda berlangsung lama, namun sepandai pandai Tupai melompat akhirnya jatu juga pepata kunoh ini yang pantas disandang kepada para penyelundup.

" Temuan Motor Bodong ini suda menjadi konsumsi publik , sehingga sebagai Masyarakat mengharapkan agar Penyidik Polres Malra dalam melakukan proses hukum, harus menjerat semua terduga yang terlibat "skandal sindikat" itu sesuai peran mereka,'' tutupnya.

Pewarta: Toka Fouw 

Posting Komentar

Google+