Kira-Kira Sapa Mau Help???


Evav.News- Kinerja tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara yang diketuai Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, M.Thaher Hanubun  kinerjanya harus dipertanyakan, karena fakta terbalik kinerja tim gugus tugas akhirnya terungkap, setelah  JR salah satu  pasien terpapar Covid-19 hingga kini dibiarkan "terlantar" .

Keluarga JR, kepada media ini menceritrakan kisah pilu yang dialami keluarganya itu, bermulah pada hari senin 13 juli  sekitar pukul 5 soreh saudaranya,JR  dihubungi oleh Dokter Erni , salah satu Dokter yang bertugas di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur yang menyatakan bahwa saudaranya, JR sesuai hasil Swab positif terpapar Covid-19, sehingga nanti dijemput tim medis Kota Tual guna di isolasi dan dirawat di Hotel Anugrah.

“ Kami keluarga bersabar dan tetap menunggu, namun hingga hari selasa tim medis tak kunjung datang menjemput saudara kami JR, sehingga dengan insiatif, kami keluarga langsung pergi menemui tim medis Kota Tual di Hotel Anugrah untuk berkoordinasi, biar saudara kami dapat dijemput  untuk dirawat namun kami hanya diberikan "harapan palsu,” ujar RR saudara dari JR pasien positif Covid-19 kepada media ini  di Langgur  Jumat (17/7/2020).

RR mengatakan, Saat keluarga ke Hotel Anugrah untuk berkoordinasi dengan tim medis Kota Tual, mereka  bertemu dengan Dokter Rifai, dan saat itu sang dokter mengatakan bahwa harus menunggu koordinasi dengan tim gugus tugas kabupaten karena datanya suda dirilis, JR merupakan warga kabupaten malra, sehingga diharapkan bersabar sambil menunggu koordinasi.

“ Setelah kami mendengar  jawaban dari Dokter Rifai, kami keluarga berupaya berkoordinasi dengan tim gugus tugas Kabupaten Malra, melalui tim gugus atas nama mantri Asis dan bapak Mohtar Ingratubun pada hari rabu kemarin, namun kami tetap mendapat  jawaban yang sama bahwa menunggu koordinasi, sehingga saudara kami JR yang telah difonis positif hanya dirawat di rumah,” Ungkapnya.

Lanjut Kata RR, keluarga sudah berkoordinasi dengan tim gugus tugas Kabupaten namun hanya tinggal janji karena tidak ada realisasi, sehingga mengakibatkan JR yang sudah terpapar Virus mematikan ini hanya dirawat di kediaman keluarganya di seputaran UN Kota Tual.

Hingga berita ini dipublikasikan Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara belum dapat di konfirmasi.(tim)

Posting Komentar

Google+