Evav.News- Puluhan tenaga Guru honorer yang selama ini mengabdi  sebagai pengajar di Kabupaten Maluku Tenggara mengadu nasib mereka ke DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis ( 16/07/2020 ).

Pantauan media ini, para Guru honorer yang nasibnya "terombang-ambing" itu, langsung diterimah oleh Anggota Komosis II DPRD Malra yang dipimpin Esebius Utha Safsafubun.

Tatap muka bersama itu, Ketua Komunitas Relawan Gerakan Kei Cerdas ( GKC ), Otys Yamrewav di depan Ketua dan Komisi dua DPRD Malra, meminta agar nasib para Guru honorer di Kabupaten Maluku Tenggara harus diperhatikan, karena peran para Guru sangat penting dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di Kabupaten Maluku Tenggara . 


Sementara itu Ketua Ikatan Guru Honorer Kabupaten Malra, Maria Sarkol di Depan Ketua dan Anggota Komisi II mengaku,  dirinya bersama rekan Guru honorer  memperoleh SK Bupati sejak tahun 2017, namun dalam perjalanan satu tahun kontrak, secara mengejutkan di tahun 2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Malra melakukan pemutusan kontrak.

Kata dia, Kedatangan dirinya beserta rekan-rekan guru tenaga  honorer ke komisi II DPRD untuk mencari solusi atas nasib mereka yang sudah terombang ambing sekian lama, karena segala upaya telah mereka lalui diantaranya  mendatangi Dinas Pendidikan, dan menyurati Bupati  namun tidak memperoleh jawaban yang pasti.

 “ Kami merasa nasib kami "terombang – ambing" dan diterlantarkan Pemkab Malra, sehingga jalan terakhir datangi Komisi II DPRD Malra, " ujarnya.

Lanjut kata  Sarkol, pihaknya mengikuti  seleksi tes SK Bupati Malra, dan dari 176 guru honorer yang ikut seleksi , hanya 75 orang yang lulus, kemudian  mereka direkrut sesuai penjelasan, dan  SK mereka  setiap tahun  diperpanjang, tapi nasib mereka merana karena Pemda Malra memberhentikan mereka diakhir tahun 2019. 


Terpisah Wakil Ketua Komisi II DPRD Malra, Esebius Utha Savsavubun  membenarkan pertemuan bersama perwakilan Guru Honorer, Dinas Pendikan bersama Gerakan Kei Cerdas tersebut.

Savsavubun menegaskan, aspirasi Guru honorer akan ditindaklanjuti dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) Komisi II DPRD Malra bersama Dinas Pendidikan dalam waktu dekat.

 “ Tadi dalam pertemuan itu, Gerakan Kei Cerdas curhat kalau mereka lebih banyak diterima di Kota Tual, ketimbang di Kabupaten Malra, sehingga dengan kehadiran Kadis Pendidikan, bisa jadi masukan ke depan untuk perbaikan, sebab gerakan ini memiliki visi cerdas dan inofatif dalam membangun dunia pendidikan di Nuhu Evav, " Jelas Savsavubun.

Posting Komentar

Google+