Komunitas Penyambung Lidah Rakyat (KOP-SURAT) Kur Tam Tayando (KTT) Saat Menggelar Aksi Demonstrasi Di Depan Kantor DPRD Kota Tual, Rabu (15/7/2020))

Evav.News,- Puluhan warga asal Kecamatan Pulau Pulau Kur, Tam, dan  Tayando (KTT) menggelar aksi demonstran dan menduduki Kantor DPRD Kota Tual Rabu (15/7/2020).

Berdasarkan pantauan media ini, para demonstran mengatasnamakan Komunitas Penyambung Suara Rakyat (KOP-SURAT) mulai mendatangi Gedung DPRD Kota Tual sejak pukul 14.00 WIT, sebagian besar pakaian yang digunakan para demonstran lebih bernuansa hitam dengan ikat kepala berwarna merah, dengan membawah spanduk dan pamflet yang bertuliskan KTT Menagih Janji, Kami Butuh Cahaya, Bukan Janji Manis, dan DPRD Bermimpi KTT Menangis.

Lebih rinci, terdapat beberapa tuntutan yang diungkapkan dalam aksi ini. Pertama, menagih janji, sekaligus mempertanyakan rekomendasi DPRD Kota Tual dalam LKPJ Walikota Tual tahun 2019 yang mengusulkan pengadaan helikopter bagi masyarakat di tiga kecamatan yang ada wilayah pulau-pulau.

Bagi mereka, saat ini warga Kur, Tam dan Tayando, sangat membutuhkan listrik (PLN), jaringan telekomunikasi, air bersih, percepatan infrastruktur dan pengembalian wilayah administrasi pemerintahan, pendidikan, kesehatan, jalan, dan jembatan penghubung serta pelabuhan Ferry yang harus lebih diprioritaskan ketimbang membeli satu buah helikopter.

Kordinatir Lapangan (KORLAP) Budi Rahantan saat di wawancarai menuturkan, tujuan aksi yang dilakukan dengan mendatangi DPRD Kota Tual ini-red, untuk mempertanyakan rekomendasi DPRD Kota Tual soal pengadaan satu unit helikopter bagi warga pulau-pulau, sebab kami anggap ini merupakan bentuk lelucon dan pelecehan kepada rakyat pulau-pulau.

“Kenapa demikan, karena banyak hal yang menjadi prioritas mendasar bagi masyarakat pulau-pulau saat ini, diantaranya listrik (PLN), jaringan telekomunikasi, air bersih, percepatan infrastruktur dan pengembalian wilayah administrasi pemerintahan, pendidikan, kesehatan, jalan, dan jembatan penghubung serta pelabuhan Fery harus lebih diprioritaskan wakil rakyat ketimbang membeli satu buah helikopter,” sesal Rahantan.

Menurutnya, masyarakat KTT saat ini sangat membutuhkan pelayanan listrik PLN, ketimbang helikopter, karena sudah ada pembangunan infrastruktur kantor PLN dan tiang listrik, namun belum ada penerangan listrik. Termasuk pelayanan air bersih bagi rakyat, karena bak penampung air dan pipa air dipasang tetapi hingga kini  tidak ada air yang mengalir.

Selain itu lanjut Rahantan, sarana pendidikan dan kesehatan yang minim di tiga wilayah kecamatan pulau-pulau, sebab sesuai kondisi selama ini para tenaga pendidik guru dan kesehatan belum melaksanakan tugas secara baik.

“Kami tidak setuju DPRD usul beli helikopter, karena butuh anggaran besar, lebih baik dana itu diprioritaskan untuk pelayanan dan pembangunan  kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, jalan, jembatan, listrik, pendidikan dan kesehatan,” tutup Rahantan.

Di akhir aksi demonstrasi, masa pendemo menilai DPRD Kota Tual tidak profesional, karena hingga pukul 17.00 WIT tidak ada satupun wakil rakyat yang menemui para pendemo.(EN02)


Posting Komentar

Google+