Mesin Listrik Yang Di angkut ke Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara
Evav.News- Harapan Masyarakat tentang pasokan Listrik masuk di Kei Besar mulai terwujud, bersamaan dengan terwujudnya pasokan listrik tersebut, akhirnya terungkap kalau perjuangan Listrik masuk Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara , ternyata diperjuangan oleh Srikandi PDIPMerchi Barends Anggota DPR RI Dapil Maluku dan Kerukunan Masyarakat Maluku  di Jakarta .

Ketua Kerukunan Masayarakat Maluku di Jakarta, Jamaludin Koedoboen.SH.MH, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan fakta tersebut.

Kodoboen menjelaskan, Perjuangan PLN masuk  di Kei Besar dan wilayah Maluku diperjuangan oleh Anggota DPR RI Dapil Maluku Ibu Merchi Barends dan Kerukunan Masayarakat Maluku Di Jakarta sejak 2018 lalu.

" PLN Masuk di Kei Besar diperjuangkan sejak tahun 2018   jadi   jangan ada yang klaim kalau sendiri yang berjuang," kata Kodoboen melalui telepon selulernya Kamis (13/5/2020).

Bukti Dokumentasi Pertemuan Kerukunan Masyarakat Maluku Dan Pihak PLN di Kantor Pusat  di Jalan Truno Jaya Jakarta Selatan Pada Tanggal 14 Desember 2018
Kodoboen mengatakan perjuangan listrik masuk Kei Besar sejak pertemuan Ibu Merchi Barends dan dirinya Selaku Ketua Kerukunan Masyarakat Maluku di Jakarta bersama Pihak PLN  di kantor PLN pusat pada  Tanggal 14 Desember 2018  di Jalan. Truno Joyo Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

“ Sebelum Pemda Malra “Bermimpi”, kami Bersama srikandi PDIP, Ibu Merchi Barends suda memperjuangkan ini sejak tahun 2018,” ujarnya.

Foto Bersama Kerukunan Masyarakat Maluku Bersama Pihak PLN Pusat Usai Pertemuan 14 Desember 2018
Lanjut kata Kodoboen, saat pertemuan Ibu Merchi Barends memintah agar PLN pusat meningkatkan,  kapasitas listrik di Kei Besar, serta ditiadakan sistim token karena akan  menyulitkan masyarakat, sehingga pada saat itu PLN pusat berjanji  akan merealisasikan pada  Tahun 2020.

“ jadi ini  bukan  Pemda Malra yang berjuang, karena   sebelum Pemda "bermimpi"  tentang peningkatan kapasitas  listrik di Kei Besar, katong sudah berjuang duluan jadi  harus dipublikasikan kepada publik, biar tidak  jadi  fitnah dan klaim klaim sendiri,” tutupnya.

Posting Komentar

Google+